Pengertian dan Cara Kerja DNS

Pengertian DNS

Domain Name System atau DNS adalah sebuah sistem yang memungkinkan manusia dan komputer untuk berkomunikasi secara lebih mudah. Manusia menggunakan nama, komputer menggunakan angka, dan DNS berada di antara mereka untuk menyesuaikan nama dengan angka dalam daftar tertentu. Kita bisa mengambil contoh aplikasi Kontak pada ponsel pintar atau smartphone.

Pada dasarnya, DNS adalah sistem tentang database terdistribusi di dalam jaringan dengan fungsi dasar mengubah permintaan hostname tertentu kepada nomor IP spesifik yang dimengerti komputer. Informasi tersebut disimpan di dalam sebuah direktori yang berada di dalam server nama domain.

Mari kita pahami lebih lanjut tentang cara kerja DNS.

Cara Kerja DNS

Cara kerja DNS meliputi beberapa langkah dan melalui struktur DNS. Langkah pertama dimulai dengan sebuah DNS query, sebuah permintaan informasi.

Mari menggunakan contoh pencarian informasi melalui browser dengan mengetikkan www.google.com.

Awalnya, server DNS akan mencari informasi di dalam filehost – sebuah file plain text dari sistem operasi yang bertanggung jawab atas pemetaan hostname ke alamat IP. Jika tidak ada informasi yang ditemukan, server akan mencari cache – sebuah komponen hardware atau software yang menyimpan data untuk sementara.

Umumnya untuk caching adalah di dalam sebuah web browser dan Internet Service Providers (ISP). Jika tidak ada informasi yang ditemukan, maka akan muncul pesan error.

DNS Recursor

Karena query dikirim secara rekursif, maka server bisa saja meminta bantuan server lain demi memenuhi permintaan yang dikirimkan oleh browser klien. Itulah yang disebut dengan sebuah DNS recursor. DNS Recursor layaknya sebuah agen yang akan terus berusaha untuk menyediakan informasi yang diperlukan. Bahkan jika harus meminta bantuan langsung dari Root Server DNS.

Root Nameserver

Root DNS Server, atau juga dikenal dengan root nameserver, berada pada tingkat tertinggi di hirarki DNS. Root nameserver tidak memiliki nama yang formal dan dilabeli dengan (string kosong). Kamu dapat membayangkan sebuah bank sebagai referensinya.

Dalam praktiknya, DNS recursive resolver mengirimkan permintaan ke Root Nameserver. Setelah itu, server akan merespons permintaan tersebut dengan memberitahu agen untuk mengakses area yang lebih spesifik, yaitu top-level-domain name server (TLD nameserver).

TLD Nameserver

Apa yang Kamu lihat ketika mengakses Google atau Facebook? Dua platform tersebut memiliki nama domain yang diakhiri dengan .com. Domain .com adalah satu dari banyak domain populer. Server bagi domain jenis ini adalah TLD nameserver. Server tersebut bertanggung jawab untuk mengatur semua informasi tentang ekstensi domain yang umum.

Sebagaimana dengan permintaan untuk mengakses www.google.com, TLD .com sebagai satu-satunya delegasi yang akan merespons permintaan dari DNS resolver dengan mengarahkannya ke Authoritative DNS server, atau memanggil Authoritative Name Server.

Authoritative Nameserver

Ketika sebuah DNS resolver bertemu dengan authoritative nameserver, saat itulah jawaban akan pertanyaan yang dikirimkan seputar nama domain diberikan. Authoritative nameserver memiliki semua informasi tentang nama domain pada server. Nameserver ini menyediakan resolver rekursif ke alamat IP yang ditemukan di record.

Bagaimana Cara Setting DNS Domain?

Mengganti pengaturan DNS domain di control panel Hosting cukup mudah. Kamu hanya perlu masuk ke control panel di akun Hosting Kamu dan mengakses DNS Zone Editor.

Pada DNS Zone Editor, Kamu akan melihat tipe DNS record yang dapat diubah, ditambahkan, dan dihilangkan.

Tipe DNS record adalah:

  • A Record

Sebuah DNS record dasar di mana Kamu dapat menambah Host, TTL (Time to Live), dan Points to baru.

  • CNAME record

Sebuah record bagi alias untuk domain lain di mana Kamu dapat menambah Host, TTL (Time to Live), dan Points to baru.

  • MX record

Record untuk mengidentifikasi server yang mengatur mail di mana Kamu dapat menambah Host, TTL (Time to Live), dan Points to baru.

  • TXT record

Record yang memungkinkan Kamu untuk memasukkan informasi teks di mana Kamu dapat menambah Host, TTL (Time to Live), dan Points to baru.

  • AAAA record

A record untuk alamat IPV6 di mana Kamu dapat ,menambah Host, TTL (Time to Live), dan IPv6 baru.

  • NS record

Server DNS record untuk domain di mana Kamu dapat menambah Host, TTL (Time to Live), dan TXT Value.

  • SRV record

Record untuk spesifikasi data di Domain Name System di mana Kamu dapat menambah Priority, Name, Weight, Port, Points to, TTL.

Demikian sedikit ulasan tentang apa itu DNS (Domain Names System). Dengan cara kerja DNS, semoga setelah membaca artikel ini, Kamu dapat melakukan beberapa perubahan pada pengaturan control panel Hosting sesuai kebutuhan Kamu.

 

Leave a Comment